Jamba gadang adalah 1 paket makanan yang terdiri dari 1 mangkuk nasi yang ditutup daun, kemudian
diatasnya terdapat piring berisi lamang (biasanya disediakan lengkap bersama tapainya), galamai dan kalio daging yang juga
ditutup daun, kemudian disamping mangkuk nasi terdapat makanan pendamping
seperti 1 ekor ikan pindang atau pangek, 1 mangkuk gulai cubadak, perkedel,
pinyaram dan kue bolu. Semuanya disusun diatas talam dan ditutup dengan tudung
saji lalu ditutup lagi dengan dulamak
(kain dengan sulaman benang emas). Jamba ini dibawa setiap kali ada acara makan bajamba / makan bersama yang diadakan setiap perayaan besar, seperti tradisi mengunjungi rumah mertua, manjapuik marapulai, ataupun perayaan hari-hari raya agama Islam bagi masyarakat suku Minangkabau.
Membawa ataupun menghidangkan lemang saat mengunjungi rumah orang atau saat ada pesta / perayaan sudah menjadi kebiasaan masyarakat suku Minangkabau. Sebagai contoh, menantu yang membawa lemang untuk mertua pada saat kunjungan akan lebih dihargai. Hal ini disebabkan karena proses pembuatan lemang rumit. Persiapan untuk membuat lemang membutuhkan waktu yang lama dan melibatkan banyak orang dalam proses pembuatannya. Bila lemang tidak ada, biasanya akan dijadikan bahan omongan/ gosip oleh tamu yang dihidangkan sajian makanan/ tamu yang dikunjungi rumahnya.
Lemang rasanya asin dan gurih. Tetapi sangat membosankan bila dimakan tanpa lauk-pauk atau manisan. Tapai ketan hitam yang rasanya manis, asam, dan pahit dari alkohol cocok bila dimakan bersama lemang sehingga rasanya menjadi lengkap (ada manis, asin, asam, pahit, dan gurih). Dengan demikian, sebagian besar masyarakat Minang menganggap lemang tidak lengkap bila tidak dimakan bersama dengan tapai. Dengan demikianlah lemang biasa disajikan dengan tapai dan dikenal sebagai satu hidangan yang disebut lamang tapai.
![]() |
| Wanita yang membawa jamba diatas kepalanya. Sumber: wikipedia.org |
Lemang rasanya asin dan gurih. Tetapi sangat membosankan bila dimakan tanpa lauk-pauk atau manisan. Tapai ketan hitam yang rasanya manis, asam, dan pahit dari alkohol cocok bila dimakan bersama lemang sehingga rasanya menjadi lengkap (ada manis, asin, asam, pahit, dan gurih). Dengan demikian, sebagian besar masyarakat Minang menganggap lemang tidak lengkap bila tidak dimakan bersama dengan tapai. Dengan demikianlah lemang biasa disajikan dengan tapai dan dikenal sebagai satu hidangan yang disebut lamang tapai.

